Tether bermitra dengan Britannia Bank yang berbasis di Bahama

Tether, perusahaan di balik stablecoin USDT, telah menutup kemitraan dengan bank Britannia yang berbasis di Bahama.

Tether telah menyertakan bank yang berbasis di Bahama sebagai pemroses transfer dolar pada platformnya. Kemitraan antara kedua entitas akan memungkinkan Tether memperluas kehadiran regionalnya.

Tidak jelas kapan kedua entitas mulai berkolaborasi, tetapi bank tersebut menjadi entitas ketiga di negara tersebut yang bekerja sama dengan Tether.

Britannia Bank adalah salah satu bank terpenting di Bahama, didirikan pada tahun 1985. Menurut situs resminya, bank ini memiliki cabang di Bahama, Swiss, dan Inggris.

Masalah Tether karena kurangnya transparansi

Tether baru-baru ini menghadapi masalah terkait transparansi dan dukungan cadangannya. Misalnya, mereka dituduh tidak memberikan bukti yang cukup untuk membuktikan bahwa mata uang fiat sepenuhnya mendukung cadangan devisanya.

Salah satu masalah penting yang diajukan terhadap Tether adalah hubungannya dengan bank-bank Wall Street. Tether telah membantah adanya hubungan dengan bank-bank ini dan menekankan bahwa mereka tidak tertarik untuk dikendalikan oleh mereka. Perusahaan juga menampik rumor dan tipuan dari sumber tak dikenal yang bertujuan menciptakan kepanikan dan merendahkan kredibilitasnya.

Meskipun perusahaan telah membantah tuduhan tersebut dan berjanji untuk mengatasi masalah tersebut, keraguan tetap ada di kalangan kritikus dan investor. Masa depan Tether akan bergantung pada kemampuannya untuk memberikan transparansi lebih dan mendapatkan kembali kepercayaan dari komunitas cryptocurrency.

Ikuti Kami di Google Berita

crypto.news

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *