Worldcoin menghadapi penyelidikan di Korea Selatan karena masalah privasi

Korea Selatan telah memulai penyelidikan terhadap Worldcoin atas masalah privasi, menyusul keluhan tentang pengumpulan data pengenalan wajah dan iris mata.

Dalam siaran pers pada 4 Maret, Komisi Perlindungan Informasi Pribadi Korea Selatan mengatakan akan menyelidiki Worldcoin (WLD) setelah ada laporan yang menimbulkan kekhawatiran mengenai pemrosesan informasi pribadi (seperti informasi iris mata) tanpa izin.

Komisi tersebut tampaknya berencana untuk menyelidiki praktik pemrosesan dan metode penyimpanan data Worldcoin, yang dipicu oleh laporan yang menunjukkan pengumpulan data pengenalan wajah dan iris mata di sekitar sepuluh lokasi di negara tersebut. Komisi tersebut juga menambahkan bahwa jika ditemukan pelanggaran, pihaknya berencana untuk “mengambil tindakan yang diperlukan sesuai dengan peraturan terkait.” Hingga berita ini dimuat, Worldcoin tidak membuat pernyataan publik mengenai masalah ini.

Langkah ini dilakukan menyusul penyelidikan serupa yang diprakarsai oleh Kantor Komisaris Privasi Data Pribadi Hong Kong, yang baru-baru ini melakukan penggerebekan di enam lokasi yang terkait dengan Worldcoin. Penyelidikan tersebut dipusatkan pada penggunaan teknologi pemindaian iris mata oleh proyek tersebut, yang dikhawatirkan komisi tersebut mungkin bertentangan dengan ketentuan peraturan data pribadi mengenai penanganan data pribadi yang sensitif.

Worldcoin, yang melaporkan lebih dari lima juta pembuatan akun pada Desember 2023, telah memperluas operasinya ke Singapura dan berbagai wilayah global, menunjukkan meningkatnya minat terhadap solusi identitas digital. Namun, perluasan ini juga menarik perhatian dan meningkatkan kekhawatiran privasi, sehingga mendorong perhatian peraturan di banyak negara, termasuk Perancis.

Ikuti Kami di Google Berita

crypto.news

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *